Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Reproduksi Mollusca : Berapa jumlah telur yang dihasilkan hewan mollusca ?

Mollusca ditemukan di hampir seluruh dunia. Mollusca berkembang biak baik secara sexual maupun asexual. 

Sumber : https://media.preziusercontent.com

Semua Scaphopoda, Cephalapoda, hampir semua Bivalvia dan sebagian Gastropoda memiliki kelamin terpisah. Ysng lainnya, yakni sub class Ophistobrancia dan Pulmonata serta sebagian Bivalvia adalah hermaprodite.

Siput-siput gastropoda yang lebih tinggi tingkatannya, melangsungkan perkawinan, sel telur setelah dibuahi oleh sel sperma akan terjadi zygote dan menjadi telur. Telur ini dikeluarkan satu persatu dari saluran telur siput betina. Bentuk dan cara meletakan telurnya bermacam-macam. 

Siput pohon Amphidromus meletakan telurnya berkelompok di atas daun pada pohon yang tinggi. Bentuk telurnya agak bulat, diameternya kurang lebih 3,5 mm dan jumlahnya mencapai 100-300 butir. 

Siput tanah dari Famili Clausiliidae meletakan telurnya di atas tanah yang lembab, di bawah daun-daun busuk. Bentuknya bulat, ukurannya kurang lebih 2 mm dan jumlahnya hanya beberapa buah saja.

Siput-siput yang hidup di laut serta beberapa kerang, mengamankan telur-telurnya dengan meletakannya di dalam selaput agar agar-agar. Bentuk selaput pelindung ini bermacam-macam, banyak di antaranya yang berbentuk kapsul dan setiap kapsul bisa berisi satu sampai ratusan telur di dalamnnya.

Kapsul-kapsul Cypraea oleh induknya diletakan berderet dalam satu kelompok di bawah koral. Tergantung dari jenisnya ada yang mengeluarkan puluhan sampai dengan 1000 kapsul, sedangkan tiap-tiap kapsul berisi 200-500 telur. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa Cypraea carneola dapat mengeluarkan puluhan sampai 1000 kapsul dan tiap-tiap kapsul berisi 500 butir telur. Cypraea moneta mengeluarkan 596 kapsul yang masing-masing berisi 500 butir telur. Kelompok telur-telur ini diduduki oleh induknya yang berfungsi untuk menjaga atau melindungi, tetapi bukan dierami.

Kapsul Conus berbentuk seperti botol agar-agar dan juga diletakan di bawah batu karang. Jumlah telur-telurnya lebih sedikit dari Cypraea, ada yang puluhan sampai dengan lebih dari 10000 buah. Ada induk yang menjaga telur-telurnya tetapi ada pula yang meninggalkannya.

Pada Bivalvia umumnya kerang jantan dan betina, mengeluarkan sperma dan sel telurnya di dalam air dalam jumlah yang banyak sekali. Ostrea sp. dapat mengeluarkan 3 juta telur, sedangkan kerang hijau (Perna viridis) lebih banyak lagi, saudaranya Mytilus edulis yang hidup di laut Eropa dan Amerika, dapat mengeluarkan 12 juta telur. Tetapi dari sekian banyaknya hanya sebagian kecil saja yang dapat tumbuh menjadi kerang dewasa.

Siput-siput Scaphopoda, memiliki cara reproduksi mirip dengan Bivalvia, sperma dan sel telurnya di keluarkan di dalam air.

Siput betina Agronauta sp. dari Class Cephalapoda, membuat cangkang yang tipis untuk meletakan telur-telurnya. Betinanya berenang berikut dengan cangkangnya dan tentakelnya digunakan sebagai dayungnya. Induknya akan segeera mati setelah telur-telurnya menetas.

Waktu yang dibutuhkan untuk menetaskan telur-telurnya bervariasi, tergantung dari jenisnya. Ada siput yang hanya beberapa hari, namun adapula yang mencapai waktu 3 bulan.

Pada umumnya mollusca yang hidup di air mengalami metamorfosis dari beberapa kali stadium larva. Setelah menetas, ia menjadi trachophore, larva ini berubah menjadi veliger yaitu larva yang telah dapat berenang untuk mencari makanan sendiri. Pada kerang air tawar, jenis larva ini dinamakan glochidium  yang menempel sebagai parasit pada sirip dan insang ikan. Siput-siput darat Pulmonata pada umunya dan Cephalopoda tidak mengalami metamorfosis dan stadium larva tetapi setelah menetas langsung merupakan siput muda yang segera berkembang dan menjalani masa pertumbuhannya menjadi siput dewasa. 

Beberapa siput lainnya, selain bertelur, ada yang bersifat ovovivipar. Dalam hal ini ada jenis siput yang menetas di dalam kandungan induknya dan dinamakan Ovoviviparous misalnya pada jenis Bellamya javanica dari siput air tawar, Cyclotus corniculum dari siput darat dan Siphonia varicosus dari siput laut.


Sumber : Dharma B. 1988. SIput dan Kerang Indonesia I. Jakarta : PT Sarana Graha