Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bagaimana cara ikan bereproduksi

Reproduksi merupakan hal yang sangat penting bagi semua makhluk hidup terutama untuk memastikan kelangsungan spesises dari generasi ke generasi.
Di alam, ikan berkembang biak dengan berbagai cara tergantung pada spesises ikannya.
Dalam kebanyakan kasus, ikan betina melepaskan sel telur ke dalam air, dan segera dibuahi oleh ikan jantan yang mengeluarkan sel sperma.


Klasifikasi Reproduksi Ikan

Dalam mempelajari reproduksi ikan, reproduksi dapat diklasifikasikan sebagai :
1. Reproduksi ovipar
2. Reproduksi ovopipiar
3. Reproduksi vivipar

1. Ikan Ovipar

Sama halnya dengan serangga, burung, dan reptil, pada ikan yang bertelur, embrio berkembang di dalam telur, tetapi di luar tubuh induknya. Lebih dari 90 persen ikan bertulang bereproduksi secara ovipar. Cara perkembangbiakan ini mengharuskan betina untuk bertelur, yang kemudian akan dibuahi oleh pejantan. Sebagian besar betina dapat bertelur dalam jumlah besar sekaligus, karena energi yang dibutuhkan jauh lebih sedikit daripada menumbuhkan embrio di dalam telur di dalam tubuhnya. Jumlah telur yang dapat dihasilkan betina selama musim pemijahan disebut 'fekunditas'. Fekunditas suatu ikan erat kaitannya dengan berat dan panjang ikan. Sebagai contoh, Mola (Ocean Sunfish) melepaskan sekitar 300 juta telur dalam satu musim pemijahan sedangkan Arwana Perak hanya bertelur sekitar 50-250 telur per musim.

Fertilisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara; baik dengan cara pejantan menggosokkan alat kelaminnya pada telur, melepaskan sperma, atau melepaskan sperma ke dalam air untuk bergabung dengan telur di lapisan zooplankton.

Ikan meletakan telurnya dalam beberapa cara yakni :

1. Menyimpan telur di dalam mulut/ Mouthbrooder

Telur diletakkan di air kemudian dikumpulkan di mulut setelah dibuahi. (misalnya pada ikan Kardinal, ikan mujair dan beberapa ikan air tawar lainnya).

2. Membangun Sarang

Dalam melakukan fertilasi, ikan akan membuat sarang. Sarang terbuat dari bahan tanaman atau sarang gelembung, biasanya dibangun oleh jantan dan betina kemudian meletakkan telurnya di sana dan pejantan membuahinya. (misalnya pada ikan gurame dan ikan punggung duri)

3. Melepaskan telur ke dalam kolom perairan (Egg Scatterers)

Telur lengket diletakkan di area yang biasanya tertutup; telur tidak lengket diletakkan di perairan terbuka. Jantan kemudian membuahi telur dengan berenang melalui dan menyemprotkan air mani di daerah tersebut. (Kardinal tetra, Zebra Danios, Tiger Bards, Koi & Goldfish).

4. Menyimpan Telur

Telur diletakkan di satu tempat, jantan kemudian berenang melewatinya dan membuahinya. (Killifish, Dwarf Cichlids, Clownfish & Rainbowfish).

5. Mengubur Telur

Telur dikubur di substrat dan jantan kemudian menyelam ke substrat untuk membuahi telur. (Ikan Pembunuh).


2. Ikan Ovovivipar dan Vivipar

Perkembangan embrio terkadang terjadi dalam tubuh induknya. Betina dibuahi oleh sirip dubur jantan yang dimodifikasi, yang dikenal sebagai gonopodium. Sperma dilepaskan dari sirip ke dalam tubuh betina.

2.1. Reproduksi Ovovivipar

Dalam reproduksi ini, embrio berkembang di dalam telur, dalam tubuh ikan, namun mereka tidak menerima nutrisi apapun dari induknya, melainkan menggunakan kuning telur untuk berkembang.

2.2. Reproduksi Vivipar

Dalam reproduksi vivipar, pembuahan dan perkembangan embrio juga terjadi di tubuh ibu, namun embrio menerima makanan dari ibu. Setelah embrio berkembang penuh, ibu kemudian melahirkan anak ikan.


3. Ikan Hermaprodit

Ikan Hermafrodit memiliki organ reproduksi jantan dan betina. Biasanya ikan terlahir satu jenis kelamin dan di kemudian hari akan beralih ke jenis kelamin yang berlawanan. Seekor ikan betina yang beralih menjadi ikan jantan disebut hermaprodit protogini; jantan yang beralih ke betina diklasifikasikan sebagai hermafrodit protandrous. Kedua jenis reproduksi ini tetap membutuhkan ikan lawan jenis untuk berkembang biak.